 |
|
May 24, 2005
Laporan Kelompok 3 untuk 22 Mei 2005
Laporan kelompok 3
22 Mei 2005 (khusus hari ini wilayah yg disurvey adalah dusun Janan)
Surveyor: Sogok, Sinta, Yani, Wiwit, Jaim minus Reina dan Raty
Pemandu: Bp. Riharto
Wilayah: Janan, Jayan (Gejayan) dan Kaliabon
1)
- 3
- 22 Mei 2005
- Parkir Andong
- Dusun Janan, depan Pasar Borobudur, Jl. Pramodhya Wardani
- SDB
- Merupakan tempat parkir khusus untuk Andong yang terletak di depan Pasar Borobudur. Di sini Andong diparkir berjejer dengan menambatkan kuda di tiang. Kepala kuda berada di atas pembatas antara jalan dengan trotoir yang ditinggikan. Di sini kuda bisa beristirahat sambil diberi makan atau minum oleh kusirnya tepat di atas pembatas jalan ini..
- Foto, ploting peta
2)
- 3
- 22 Mei 2005
- Sub Terminal Angkot
- Dusun Janan, belakang pasar Borobudur
- SDB
- Merupakan terminal untuk angkot (warna kuning, kecil) yang melayani 2 jalur (jalur desa), yaitu Sedengan dan Gilipurno
- Foto, ploting peta
3)
- 3
- 22 Mei 2005
- Pangkalan Minyak
- Dusun Janan, di samping sub terminal
- SDB
- Merupakan tempat pangkalan minyak, mendistribusikan minyak tanah dari truk tangki minyak pada pedagang pengecer, ada di daerah pasar.
- Foto, ploting peta
4)
- 3
- 22 Mei 2005
- Pos Ojek
- Dusun Janan, belakang pasar Borobudur, di seberang sub terminal angkot
- SDB
- Merupakan sarana transportasi yang melayani penduduk, terutama untuk jalan-jalan yang tidak dilewati kendaraan umum (angkot).
- Foto, ploting peta
5)
- 3
- 22 Mei 2005
- Kios penjualan bibit tanaman
- Dusun Janan, belakang pasar Borobudur
- SDB
- Kios ini khusus menjual bibit tanaman buah-buahan dan tanaman lainnya, seperti mahkota dewa, alpokat, merica, nangka, petai, sawo, rambutan, mangga, durian,manggis, jambu, sukun, jeruk.
- Foto, ploting peta
6)
- 3
- 22 Mei 2005
- Pusat Pengumpul Kayu
- Dusun Janan, belakang pasar Borobudur
- SDB
- Tempat ini merupakan tempat penjualan kayu dan bambu potongan yang digunakan untuk kayu bakar, lanjaran (untuk merambatkan tanaman), usuk reng. Kayu yang dikumpulkan di sini berasal dari Pegunung Menoreh. Adapun jenis bambu yang dijual antara lain bambu wulung, bambu legi, bambu gombong. Distribusi penjualan kayu ini sampai ke daerah Muntilan dan Magelang. Pembeli bisa membawa sendiri kayu yang dibeli ataupun minta diantarkan. Harga bambu per ikat Rp. 9000,-, kayu bakar Rp 7000,- - Rp. 8000,- tergantung jenis dan ukuran kayunya
- Foto, ploting peta
7)
- 3
- 22 Mei 2005
- Penjual Makanan Ternak
- Dusun Janan, di kios belakang pasar
- SDB
- Merupakan kios yang menjual makanan ternak, khususnya unggas. Komoditi yang dijual antara lain kroto, jagung, pur, katul, kacang hijau, dll.
- Foto, ploting peta
8)
- 3
- 22 Mei 2005
- Kios Pandai Besi
- Dusun Janan, belakang Pasar Borobudur, belokan kedua belok kiri
- SDB
- Kios sederhana terbuat dari bambu berlantaikan tanah ini menjual alat-alat pertanian seperti linggis, sabit, cangkul dan parang. Selain menjual alat-alat tersebut, kios ini juga melayani jasa perbaikan alat-alat pertanian. Buka hanya di hari pasaran (wage dan legi), mulai pukul 07.00 – 13.00 WIB. Sumber: wawancara dengan Bapak Maryoto, Bapak Mukri dan Bapak Muji
- Foto, ploting peta
9)
- 3
- 22 Mei 2005
- Tempat pengumpul barang-barang bekas
- Dusun Janan, di deretan kios pandai besi
- SDB
- Merupakan tempat pengumpulan barang-barang bekas seperti karung plastik, plastik, karung semen, botol kaca, kardus dan besi. Pemilik usaha ini telah memulai usahanya sejak tahun 1979. Sumber: wawancara dengan Bapak Kosim
- Foto, ploting peta
10)
- 3
- 22 Mei 2005
- Lapangan voli
- Dusun Janan, di belakang kios tanaman
- SDB
- Lapangan voli yang berada di tengah-tengah kerimbunan pohon bambu ini terbuat dari tanah. Digunakan oleh penduduk sekitar untuk berlatih olahraga.
- Foto, ploting peta
11)
- 3
- 22 Mei 2005
- Tempat pembuatan mebel milik Pak Solikhin
- Dusun Janan
- SDB
- Merupakan usaha pembuatan mebel berskala kecil. Menerima pesanan pembuatan meja, tempat tidur, bufet, dll. Pemesan bisa membawa bahan kayu sendiri. Mebel dibuat jika ada pesanan saja. Sumber wawancara: Pak Solikhin
- Foto, ploting peta
12)
- 3
- 22 Mei 2005
- Tempat pembuangan sampah liar
- Dusun Janan
- SDB
- Lahan ini merupakan tempat pembuangan sampah liar yang sudah jarang dipakai lagi. Digunakan oleh penduduk sekitar untuk membuang berbagai macam sampah. Berada di tengah-tengah pemukiman sehingga tampak kurang sedap dipandang mata dan tidak sehat.
- Foto, ploting peta
13)
- 3
- 22 Mei 2005
- Pos Kamling
- Dusun Janan
- SDB
- Tempat untuk posko keamanan lingkungan setempat. Terbuat dari kayu berukuran 3x3 meter.
- -
14)
- 3
- 22 Mei 2005
- Pondok Wisata Damai
- Dusun Janan
- SDB
- Merupakan penginapan milik penduduk yang baru dibuka sejak 1 ½ tahun yang lalu. Ada 7 kamar (2 kamar sedang dalam pembangunan). Harga kamar berkisar antara Rp. 100.000,- sampai Rp.150.000,- per malam, untuk single maupun double bed. Konsumen utama penginapan ini adalah wisatawan, baik asing maupun domestik. Terisi penuh jika ada acara-acara khusus ataupun Hari Raya seperti Waisak, Lebaran dan Natal. Sumber: wawancara dengan Bapak Wijang
- Foto, ploting peta
15)
- 3
- 22 Mei 2005
- Penginapan Ardhian
- Dusun Janan
- SDB
- Merupakan tempat penginapan milik penduduk. Terletak tak jauh dari Pondok Wisata Damai.
- Foto, ploting peta
16)
- 3
- 22 Mei 2005
- JFC (Janan Foot Ball Club)
- Dusun Janan, di dekat Penginapan Ardhian
- SDB
- Merupakan sekretariat persatuan sepak bola desa Janan
- Foto, ploting peta
17)
- 3
- 22 Mei 2005
- Rumpun Bambu
- Dusun Janan, di belakang penginapan Ardhian
- SDA
- Berada di lahan kosong di tengah permukiman penduduk
- Foto, ploting peta
18)
- 3
- 22 Mei 2005
- Posko Tanker
- Dusun Janan
- SDB
- Merupakan organisasi yang didirikan oleh penduduk untuk membantu keamanan warga sekitar yang bersifat sukarela dan mandiri.
- Foto, ploting peta
19)
- 3
- 22 Mei 2005
- Kamar Mandi Umum (WC Umum)
- Dusun Janan, sebelah Posko Tanker
- SDB
- Merupakan kamar mandi yang disewakan oleh penduduk untuk turis yang singgah di Borobudur. Mematok harga Rp. 1000,- untuk buang air kecil dan Rp. 1500,- untuk mandi
- Foto, ploting peta
20)
- 3
- 22 Mei 2005
- BKK Borobudur (Bank Kredit Kecamatan Borobudur)
- Dusun Janan, depan ayam bakar Pakdhe
- SDB
- Bank yang melayani perkreditan untuk masyarakat sekitar kecamatan Borobudur.
- Foto, ploting peta
Posted at 11:07 pm by greenmapper
Permalink
LAPORAN KELOMPOK SONGO
HARI 1 ( 8 Mei 2005 )
SURVEYOR
Putri (co.)
Ikhsan Prabowo
Rohman
Lieke
Pemandu : Ariswara Sutomo
|
No. |
Nama Objek |
Jenis Objek |
Deskripsi |
|
1. |
Toko Kelontong |
Bangunan Bernilai Sejarah |
Merupakan bangunan tempat tinggal satu-satunya didusun ini sebelum tahun 1990. dikarenakan tuntutan ekonomi, berubah fungsi menjadi sebuah bangunan bernilai ekonomis. Bangunan ini terletak disebelah simpang 3 jalan. Simpang jalan tersebut sebagai cikal-bakal penamaan desa cawangsari. |
|
2. |
Gereja Santo Petrus |
Bangunan Penting |
Gereja pertama bekas Kapel tahun 1960-an. |
|
3. |
Tk-SD Kanisius |
Bangunan Bernilai Sejarah |
Tempat sekolah biasa, namun dulu pernah mengadakan program penghijauan untuk anak (children Forest Program) OISCA – CFP SD Kanisius, bermula tahun 1962 sampai tahun 1992 bekerjasama dengan KNPI. Dengan jenis tanaman berupa akasia, nyamplung dan Sono keling yang ditanam dikanan-kiri jalan masuk Borobudur.
Dikarenakan adanya program pelebaran jalan oleh pemerintah, pohon-pohon tersebut terpaksa ditebang, namun masih terdapat sisa-sisa pohonnya, antara lain pohon sonokeling yang terletak dipinggir jalan. |
|
4. |
Hotel Saraswati |
Bangunan Penting |
Hotel yang dimiliki oleh Ny. Sri a. Yati, merupakan hotel pertama di Borobudur yang memberi pelayanan kepada turis asing. Design mirip cadle indis di Inggris. Dikarenakan kejatuhan pesawat TNI AU karena suatu kecelakaan, bangunan ini direnovasi yang nantinya menimbulkan suatu permasalahan. Diawali dengan dijualnya hotel kepada Bu Warsono, dimana Ijin IMB tidak dapat diperoleh, yang dikarenakan design yang tidak sesuai dengan masyarakat, dan tidak adanya gardu listrik khusus di tempat ini. |
|
5. |
Rumah
Bp. Harjo Utomo |
Bangunan Bernilai Sejarah |
Rumah ini merupakan bekas rumah Mantan Glondong (kepala Desa) Borobudur. Rumah dibangun tahun 1900-an, dengan bentuk awal berupa pendopo yang terbuka dengan tiang kayu. Sekarang rumah tersebut ditempati oleh salah seorang anaknya (Sutanto). |
|
6. |
Jalan Desa |
Jalur Bersejarah |
Menurut pemandu, jalan ini dahulu merupakan jalur utama masuk Candi Borobudur. Jalur ini juga menghubungkan secara langsung antara Borobudur dengan candi Pawon. Dikanan-kiri jalan terdapat candi setinggi dagu orang dewasa.
Dikarenakan perubahan waktu, cadi disepanjang jalur tersebut hancur ketika perang pada jaman pendudukan Jepang. Selain itu fungsi jalan juga berubah dan sekarang menjadi jalan kolektor biasa. |
|
7. |
Saluran Pembuangan Candi |
Sumber pencemaran air |
Tempat pembuangan limbah dari objek wisata yang bersumber dari sampah-sampah pedagang candi, sebagai sebuah system drainase yang buruk, yang dialirkan ke saluran irigasi. Hal ini dibuktikan dengan bekas tumpukan sampah pada ujung-ujung saluran. Hal ini berakibat mencemari saluran irigasi sebagai output alirannya yang nantinya juga mencemari kualitas air irigasi, walaupun pada musim kemarau saluran ini tidak banyak berfungsi. |
|
8. |
Recyde Barang Bekas |
Daur Ulang |
Tempat penampungan material yang dapat diolah ulang. Tempat ini dikelola oleh Ibu Haryatun selama sekitar 18 tahun. Material-material yang dapat ditampung antara lain berupa kertas, plastic, dan kaleng. Dari sini, material-material tersebut dikirim ke tempat pengolahan, al. wonosobo, dan semarang apabila dikira sudah dapat memenuhi criteria (banyaknya barang). |
HARI 2 ( 22 Mei 2005 )
SURVEYOR
Putri (co.)
Ikhsan Prabowo
Wahyu Sasongko
Dini Natalia
Pemandu
Bp. Ikhwan & Ibu, Yuni
Dusun Jowahan - Wanurejo
|
No. |
Nama Objek |
Jenis Objek |
Deskripsi |
|
1. |
Paguyuban Ngudi Utomo |
Organisasi Budaya |
Merupakan sebuah organisasi Pengayatan (Org. kepercayaan Kepada Tuhan YME) dengan orientasi kegiatan untuk mengabdi kepada masyarakat yang menekankan pada perdamaian dan ketentraman kehidupan.
Organisasi ini didirikan di Turi-Sleman oleh Marto Umoyo tahun 1976 dengan penekanan kepercayaan kepada hal-hal kejawen.
Bapak J. Ch. Suwarso Pr. atau sering dikenal sebagai Romo Suwarso adalah sebagai pimpinan penerus/ cabang Ngudi Utomo di Magelang dan sebagai secretariat organisasi pengayat Kab. Magelang dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Budaya. Sekretariat ini membawahi 8 organisasi sejenis. |
|
2. |
Rumah Joglo Bp. Tohari |
Bangunan Penting |
Bangunan Tradisional khas Jawa, dengan atap berbentuk Tumpang Sari. Telah direnovasi sekali tahun 1970-an yang berakibat merubah dinding depan yang tadinya “gebyok” menjadi diding tembok.
Hal yang menarik lainnya, adalah rumah ini merupakan salah satu rumah dalam dusun Begangan yang terintegrasi dalam dusun Jowahan karena sedikitnya KK yang ada. |
|
3. |
Kuburan Desa |
Bangunan bernilai sejarah |
Sebuah kuburan yang dulunya merupakan tempat makam golongan “darah biru”, dimana orang yang tidak termasuk ditandai dengan pohon asem diatas kuburannya.
Dikarenakan bertambahnya waktu dan orang yang meninggal pun banyak, maka kuburan tersebut sekarang tidak dibedakan lagi. Namun, bukti pernyataan awal yang berupa pohon asem masih ada di tempat tersebut. |
Dusun Barepan - Wanurejo
|
No. |
Nama Objek |
Jenis Objek |
Deskripsi |
|
1. |
Deres Armak
Craft & Interior |
Home Industri dan
Bangunan artistic |
Pemilik Industri ini bernama Deres, yang digunakan sebagai nama dari perusahaan rumah tangga ini. Industi ini memproduksi bunga dan tas. Sumber bahan bakunya berasal dari limbah pertanian (ex :kulit jagung dan serbuk gergaji) dan industri (kain blaco). Industri ini pernah mewakili Magelang dalam perlombaan souveneer khas Jawa tengah di Semarang dengan mengirimkan 3 hasil karya berupa tas, kerajinan bunga, dan vas (tidak diproduksi lagi), dan menjadi juara I untuk karya yang berupa tas. Omzet industri ini berfluktuatif tergantung dari pasaran.
Bangunan ini didirikan sejak tahun 1990, yang dibangun sendiri oleh Bapak Parno (73 th.). bahan bangunan merupakan bahan-bahan alami yang didesain sedemikian rupa dengan menekankan pada unsure praktis (tempat sapu), fungsional (meja angkat), dan tak memakan tempat (jendela). Menurut keponaknnya, bangunan ini merupakan bangunan sejenis dengan bangunan yang ada didaerah Purwodadi, dengan cirri khas berpintu pendek. |
|
|
|
|
|
Dusun Cawang Sari - Borobudur
|
No. |
Nama Objek |
Jenis Objek |
Deskripsi |
|
1. |
Jaker Borobudur |
Organisasi Penting |
Belum begitu banyak yang diketahui mengenai organisasi ini. Bertempat di Rumah Mr. Jack sekaligus sebagai Ketua Jaker. Organisasi ini berkepentingan untuk mengembangkan dan melanjutkan kelestarian Borobudur. Organisasi ini menurut Pemandu memiliki hubungan dengan pemerintah, baik daerah maupun pusat.
Jaringan ini saat ini sedang mengajukan proposal ke pmemerintah pusat untuk pengembangan 8 desa penyangga borobudur dengan konsep 1 village 1 product. Selain itu, sekarang sedang dikaji mengenai konsep arahan pengembangan dan kepariwisataan Borobudur dengan menggunakan konsep Mandala yang menekankan pada aspek keseimbanngan. |
|
|
|
|
|
Posted at 06:21 am by greenmapper
May 19, 2005
laporan dusun tamanan, maitan dan tanjungan
Lapor!! Kami dari pasukan garis keras #4 melaporkan dari barat( tamanan, maitan, dan tanjungan)
Potensi utama yang berhasil kita identifikasi dari hasil pengintaian setengah hari adalah sebagai berikut :
1. Gunung Bakal
Merupakan gunung yang merupakan bakal dari gunung yang merupakan potensi terpendam desa tanjungan karena tidak diekspos, potensi dari gunung bakal adalah sebagai berikut :
- Pemandangan yang indah dari puncak gunung bakal terhadap borobudur. pokoknya candi borobudur keliatannya keren banget dech, gitu loch.
- Kuburan kuno yang merupakan makam pendiri dari ketiga desa tersebut.
2. Rebanan
Merupakan kesenian tradisional yang dilaksanakan rutin dalam beberapa periode waktu ( gak tau pasti, lupa ditanya ) biasa dibarengi dengan rapat warga atau rembug desa.
3. Nderes bunga kelapa
Adalah penyadapan sari bunga kelapa untuk kemudian dijadikan gula merah.
Posted at 07:05 am by greenmapper
Permalink
May 17, 2005
Data SURVEY Kelompok enam
DUSUN KURAHAN
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. Sanggar
4. Dusun Kurahan, Kecamatan Borobudur
5. SDB
6. Merupakan Sanggar Tarian Rakyat. Di sanggar ini masih berkembang kesenian tarian tradisional Dayakan. Tarian ini diiringi oleh musik tradisional dan kontemporer. Kini sanggar ini dikelola oleh Pak Ujang. Sampai sekarang sanggar ini banyak diundang ke beberapa event di berbagai daerah. 7. Ploting peta kelompok 6 dan foto - foto.
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. Yayasan panti Asuhan NU
4. Dusun Kurahan, Kecamatan Borobudur
5. Lembaga Sosial
6. Menampung anak yatim piatu di Borobudur dan sekitarnya.
7. Ploting peta kelompok 6 dan foto - foto.
DUSUN KELON
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. Home industri Tempe
4. Dusun Kelon, Kecamatan Borobudur
5. SDB (ekonomi)
6. Usaha ini dikelola oleh keluarga Sutarjo yang sudah ditekuni sejak 3 tahun lalu. Pegawainya berjumlah 3 orang yang semuanya merupakan anggota keluarga Sutarjo. Produksi Tempe yang dihasilkan kurang lebih 75 kg/hari. Wilayah pemasarannya hanya di sekitar Borobudur. Hal yang menarik adalah bahan bakar yang digunakan untuk merebus kedelai adalah "grajen" atau limbah gergaji kayu.
7. Ploting peta kelompok 6 dan foto - foto.
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. Rumah asli berbentuk "Kampung"
4. Dusun Kelon, Kecamatan Borobudur
5. SDB
6. Rumah asli ini sudah jarang ditemui. Yang kami temui hanya sekitar 3-4 rumah. Rumah ini berdinding gedek atau anyaman bambu.
7. Ploting peta kelompok 6 dan foto - foto.
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. Ternak Sapi, Kambing, Ayam
4. Dusun Kelon, Kecamatan Borobudur
5. SDB(ekonomi)
6. Ternak hewan ini dipelihara pribadi oleh beberapa keluarga, dan menjadi sumber penghasilan.
7. Ploting peta kelompok 6 dan foto - foto.
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. Rumah Pak Kadus
4. Dusun Kelon, Kecamatan Borobudur
5. SDB
6. Digunakan untuk tempat berkumpul masyarakat. Biasanya digunakan untuk ritual menyembah arwah nenek moyang. Selain itu juga digunakan sebagai tempat memberi informasi kepada masyarakat.
7. Ploting peta kelompok 6 dan foto - foto.
DUSUN JLIGUDAN
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. Candi Boto
4. Dusun Jrigudan, Kecamatan Borobudur
5. SDB (Cagar Budaya)
6. Reruntuhan Candi Boto ini ditemukan oleh masyarakat setempat. Pernah dilakukan penggalian, namun tidak sempat terselesaikan. Akhirnya kini Candi tersebut kembali tertimbun tanah dan diatasnya telah ditanami pepohonan.
7. Ploting peta kelompok 6 dan foto - foto.
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. "Sumber" mata air
4. Dusun Jrigudan, Kecamatan Borobudur
5. SDA
6. Merupakan sumber mata air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Mata air ini digunakan untuk mandi dan mencuci bagi masyarakat sekitar.
7. Ploting peta kelompok 6 dan foto - foto.
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. Home Industri Tahu
4. Dusun Jrigudan, Kecamatan Borobudur
5. SDB (ekonomi)
6. Home industri ini dikelola oleh Bu Tami dan merupakan usaha keluarga.
7. Ploting peta kelompok 6 dan foto - foto.
1. 6
2. 8 Mei 2005
3. Kelon - Jrigudan
4. Kecamatan Borobudur
5. SDB
6. Dua desa ini memiliki keunikan tersendiri. Dari sisi batas administratif, dusun ini merupakan dua dusun yang berbeda. Namun kedua desa ini dipimpin oleh seorang Kepala Dusun.
7. Ploting peta kelompok 6
Posted at 10:24 pm by greenmapper
Permalink
May 14, 2005
Manual Report kelompok loro Grinmep Borobudur
Dusun Kenayan dan Bogowanti Lor
GreenMapper Loro :
Zaki - Planology
Arya - Physical & Environmental Geography
Sigit - Remote Sensing & Cartography
Ook - Archaeology
Pemandu2 Brondong yang ruamah tenan :
Mas Bowo (Ekonomi UII)
Mas Sukma (AKPER),
dan satu lagi temen mereka (lupa namanyah!)
DUSUN KENAYAN
- 2
- Minggu, 8 Mei 2005
- Rumah asli bentuk ‘Kampung’
- Dusun Kenayan, Rt 06 No 22-24, Kecamatan Borobudur
- SDB
- Merupakan komplek rumah asli bentuk Kampung yang hanya berjumlah 4 buah terletak di tengah pemukiman. Rumah Kampung ini berdinding bambu (gedhek). Selain sebagai tempat tinggal, rumah-rumah tersebut juga digunakan sebagai sentra kerajinan kulit berupa tas dengan beberapa pengrajin saja, kemudian hasilnya dijual ke Borobudur.
- Ploting peta kelompok dua, poto-poto
- 2
- Minggu, 8 Mei 2005
- Pemakaman umum
- Dusun Kenayan
- SDB
- Merupakan pemakaman umum yang di dalamnya terdapat salah satu makam sesepuh Dusun Bogowanti yaitu Mbah Bogo. Di sekelilingnya terdapat kebun-kebun milik penduduk setempat.
| | |