PETA HIJAU MANDALA BOROBUDUR


May 11, 2005
Laporan kelompok...kumpulin dong....

Men temen,

Tolong dong laporan kelompoknya dikumpulkan, dipublish di weblog dan dikumpulin juga tabel kompilasi datanya (difotokopi aja, kopiannya diserahkan ke Sinta atau Rully yang mangkal di Center for Heritage Conservation, Ruang Bu Sita lantai 3, Jurusan Arsitektur UGM, tiap hari jam 09.00-17.00 WIB).

Untuk saat ini yang udah mempublikasikan temuan kelompoknya di weblog baru dua kelompok, yaitu kelompok 3 dan kelompok 5. Kelompok lainnya mana nih? Kok gak keliatan batang idungnya?

OK, buruan ya, ditunggu lo...  

Jurukunci

Posted at 01:33 am by greenmapper
Make a comment  

Laporan Kelompok 3

Berikut ini laporan dari Kelompok 3 yang dipimpin oleh Sogok sebagai ketua kelompok, dan diawaki oleh tiga anggota masing-masing Sinta, Reina dan Raty. Pemandu kelompok 3 adalah Bp. Riharto, dari dusun Janan. Adapun wilayah jelajah kami adalah Dusun Jayan, atau Gejayan, Dusun Janan dan Dusun Kaliabon. Berikut hasil temuan kami:

 

1)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Kavling Relokasi
  4. Dusun Gejayan dan Dusun Janan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Merupakan kompleks perumahan yang dibangun PT. Taman Wisata CB untuk menampung penduduk yang tergusur akibat dibukanya kompleks PT. TWCB. Narasumber: Bp. Riharto
  7. Foto

 

2)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. BP GAKI (Balai Pengobatan Akibat Gangguan Iodium)
  4. Dusun Gejayan, di lingkungan kavling relokasi
  5. SDB (Artifisial)
  6. BP GAKI merupakan balai pengobatan khusus untuk penyakit kekurangan iodium yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Narasumber: Bp. Riharto 
  7. Foto

 

3)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Pondok Remaja
  4. Dusun Gejayan, di lingkungan kavling relokasi, depan jalan besar
  5. SDB (Artifisial)
  6. Merupakan tempat penginapan untuk remaja (youth hostel) yang dibangun oleh PT. TWCB
  7. Belum sempat difoto, diploting peta (perlu diupdate lagi)

 

 

4)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Puskesmas
  4. Dusun Gejayan, di lingkungan kavling relokasi, depan BP GAKI
  5. SDB (Artifisial)
  6. BP GAKI merupakan balai pengobatan khusus untuk penyakit kekurangan iodium yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Narasumber: Bp. Riharto 
  7. Belum sempat difoto, diploting peta (perlu diupdate lagi)

 

5)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Rumah tradisional
  4. Dusun Gejayan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Beberapa rumah tradisional ditemukan tersebar di beberapa wilayah Dusun Gejayan. Rumah-rumah bertipe kampong ini menggunakan bahan alami seperti bamboo atau kayu
  7. Foto, peta

 

6)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Sekolah
  4. Dusun Gejayan, di lingkungan kavling relokasi
  5. SDB (Artifisial)
  6. Merupakan kompleks sekolah Muhammadiyah yang berada dalam satu kawasan yang berdekatan, dari TK sampai SMU dan SMK. Narasumber: Bp. Riharto
  7. Foto

 

7)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Masjid
  4. Dusun Gejayan, dekat lapangan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Rumah ibadah di sekitar kompleks sekolah Muhammadiyah
  7. Foto

 

 8)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Kuburan
  4. Dusun Gejayan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Merupakan kuburan warga dusun, berada di tempat sepi, dikelilingi rumpun pohon bambu
  7. Foto, ploting peta

 

9)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Rumpun Bambu
  4. Dusun Gejayan
  5. SDA
  6. Rumpun bamboo banyak ditemui di dusun Gejayan. Sebagian besar dari jenis bamboo petung, digunakan untuk bahan membangun rumah
  7. Foto

 

10)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Kebun Salak
  4. Dusun Gejayan
  5. SDA
  6. Merupakan kebun milik penduduk
  7. Foto, ploting peta

 

11)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Tanaman produksi
  4. Dusun Gejayan
  5. SDA
  6. Merupakan kebun tumpang sari milik penduduk, dengan campuran beberapa jenis tanaman seperti kacang, papaya, cabai, singkong, jagung, kacang panjang
  7. Foto, ploting peta

 

12)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Tanaman peneduh
  4. Dusun Gejayan
  5. SDA
  6. Tanaman peneduh cukup banyak dijumpai di dusun Gejayan, seperti jenis Albasia. Selain itu ditemukan juga sekumpulan tanaman kaliandra yang selain digunakan sebagai peneduh, juga digunakan sebagai pakan ternak
  7. Foto, ploting peta

 

13)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Sumber air
  4. Dusun Gejayan
  5. SDA
  6. Ada 3 mata air yang bisa ditemukan di Dusun Gejayan. Ada yang kering jika musim kemarau dan ada pula yang terus mengalir sepanjang musim. Mata air digunakan oleh penduduk untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci dan buang hajat.
  7. Foto, ploting peta

 

14)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Kali nJayan kulon
  4. Dusun Gejayan, di lingkungan kavling relokasi
  5. SDA
  6. Merupakan salah satu kali yang mengaliri dusun Gejayan. Di atasnya ada jembatan sebagai batas dusun. Di jembatan tertulis “Dilarang nyetrum ikan”
  7. Foto

 

15)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Lapangan voli
  4. Dusun Gejayan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Lapangan voli ini sebenarnya merupakan ruang terbuka yang dikelilingi rumpun bamboo dan oleh penduduk diberi net voli. Tidak ada pemberian garis batas sebagaimana layaknya sebuah lapangan olahraga.
  7. Foto, ploting peta

 

16)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Lapangan sepak bola
  4. Dusun Gejayan, di dekat masjid dan kompleks sekolah Muhammadiyah
  5. SDB (Artifisial)
  6. Merupakan lapangan sepakbola. Di lapangan ini ada papan peringatan yang berbunyi “Dilarang Menggembala—untuk sholat”. Kemungkinan lapangan ini digunakan untuk sholat ied.
  7. Foto, ploting foto

 

17)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Jalan setapak
  4. Dusun Gejayan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Merupakan jalan setapak buatan penduduk namun terlihat sangat alami. Di sepanjang jalan ini terdapat pohon kelapa, rumpun bamboo dan pohon albasia yang memberi keteduhan sehingga berjalan di jalan setapak ini memberikan rasa nyaman
  7. Foto, ploting peta

 

18)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Penyewaan Kamar mandi
  4. Dusun Janan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Penyewaan kamar mandi merupakan salah satu penyewaan jasa yang ditawarkan oleh penduduk di sekitar candi Borobudur. Di dusun Janan cukup banyak rumah penduduk yang menawarkan jasa ini kepada wisatawan yang biasanya datang di waktu dini hari dan memerlukan fasilitas mandi untuk membersihkan diri. Untuk sekali mandi dikenakan tarif Rp. 1500,- dan Rp. 1000,- untuk buang air. Biasanya ramai di musim liburan. Dampak lingkungan akibat limbahnya perlu diteliti lebih jauh. Narasumber: wawancara dengan Bp. Riharto
  7. Foto, ploting peta

 

19)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Pasar Borobudur
  4. Dusun Janan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Pasar Borobudur terletak di wilayah Dusun Janan. Di pasar ini dijual segala kebutuhan pokok penduduk sekitar desa Borobudur, yang biasanya diperoleh dari desa-desa sekitar Borobudur. (masih perlu diteliti lebih lanjut)
  7. Foto

 

20)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Warung Cleguk
  4. Dusun Janan, di jalan Medang Kamolan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Merupakan warung informasi tentang Borobudur yang menjadi tempat warga berkumpul untuk membahas isu-isu seputar Borobudur. Di warung ini beberapa kali diselenggarakan pertemuan dengan mengundang antara lain Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, anggota DPR Angelina Sondakh
  7. Belum ada foto dan ploting peta, karena petanya belum ada waktu tim sedang survey (perlu diteliti lagi)

 

21)

  1. 3
  2. 8 Mei 2005
  3. Pos Polisi Pariwisata
  4. Dusun Janan, di pertigaan jalan Medang Kamolan
  5. SDB (Artifisial)
  6. Merupakan pos polisi yang khusus melayani wisatawan
  7. Belum ada foto dan ploting peta, karena petanya belum ada waktu tim sedang survey (perlu diteliti lagi)

 

(Bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Posted at 01:18 am by greenmapper
Make a comment  




May 10, 2005
BOROBUDUR

oleh: Marco Kusumawijaya

Pada 13 Maret 2005, Koran Bernas dan Kedaulatan Rakyat memasang gambar utama pada halaman muka: para miss ASEAN di puncak Candi Borobudur. Jelas sekali beberapa miss mendaki dan duduk pada stupa, melanggar aturan seperti yang tertera di beberapa pengumuman di sekitarnya. Beberapa dari mereka bersepatu hak tinggi dengan ujung runcing, yang jelas tidak bersahabat dengan sejuta batu Borobudur. Skandal! Keterangan gambar dan berita yang termuat di dua harian tersebut sama sekali tidak menyebut kelakuan sangat tercela dan memalukan ini.

Borobudur memang harus dibela seluruh warga dunia karena suara umat Buddha di Indonesia sendiri tak cukup. Jumlahnya hanya sekitar dua persen dari total penduduk Indonesia. Mereka juga tidak terhimpun dalam satu organisasi hierarkis, melainkan terbagi dalam 12 komunitas.

Sebagian dari umat Buddha Indonesia bernaung di bawah KASI (Konferensi Agung Sangha Indonesia), sebagian lainnya dengan Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia). Selain itu, ada Hikmabuddhi (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia), kumpulan orang-orang muda dari berbagai mazhab dan sekte, agar peka terhadap masalah-masalah bangsa Indonesia. Komunitas-komunitas Buddha tidak selalu satu suara—itu pun jika mereka bersuara.

Lagi pula Borobudur telah dinyatakan sebagai ‘monumen mati’ ketika masuk daftar Pusaka Dunia oleh UNESCO pada 1980-an. Maksudnya, untuk membatasi penggunaannya agar terawat baik, dan mencegah tuntutan kepemilikan sepihak oleh kelompok tertentu. Tapi, ini lantas berarti Borobudur dikuasai pemerintah nasional. Apakah ini lebih baik daripada jika candi itu dinyatakan sebagai milik penganut Buddhisme yang dapat aktif merawatnya? Nyatanya, kita mengalami serba salah urus hingga saat ini.

Bagaimana kompromi yang baik? Yang jelas, Borobudur tak sama dengan ‘monumen mati’ dunia lain seperti Acropolis di Yunani, karena de facto agama Buddha dan pengikutnya masih hidup. Minimal pengelolaan Borobudur harus menghormati mereka. Harus ada suatu badan pengarah multipihak yang menyertakan wakil dari tiap 13 organisasi Buddhisme di atas. Dalam praktek pelestarian pusaka mutakhir, peran komunitas kembali ditonjolkan karena padanya ada empati besar, tanpa harus menyebabkan ketertutupan. Tentu saja, karena nilai Borobudur memang mendunia, berbagai pihak lain seperti masyarakat tempatan dan dunia internasional harus juga terwakili.

Memang bukan hanya sekali Borobudur dizalimi. Pada 20 Januari 1985 dunia terkejut karena bom meledak di puncaknya. Beberapa tahun lampau kita lihat televise menayangkan iklan mobil mewah di pelataran zona 1, yang seharusnya mendapat perawatan sangat ketat serta penghormatan tinggi. Diharamkan bagi kegiatan komersial diadakan di tempat itu.

Akhir 2002, dunia heboh dengan rencana pembangunan Jagad Jawa, sebuah pusat perbelanjaan tiga lantai di dekat Borobudur. Sejumlah komunitas dan penulis sempat mengorganisasikan petisi internasional, dan dengan bantuan media massa nasional dan internasional membawa masalah ini ke ruang khalayak dunia. UNESCO akhirnya dapat diminta mengirimkan reactive mission pada 16-20 April 2003. Badan PBB itu merekomendasikan untuk menghentikan sementara rencana tersebut. Lebih penting lagi, laporan itu juga meneropong serta merangkum berbagai masalah kronis Borobudur.

Apa sebenarnya masalah kronis Borobudur? Manajemen buruk, konsep pelestarian pusaka yang sempit, tak lagi memadai, dan kepariwisataan yang tak berarah.

Semua orang yang pernah mengunjungi Angkor Wat bersemangat membuat perbandingan dengan pengelolaan Borobudur: pengunjung berjubel dengan arus tak diatur, sampah berserakan, tak dibina suasana mendukung sebuah pusaka spiritual kelas dunia, pembiaran hiruk-pikuk, pedagangan asongan yang agresif menghadang di mana-mana.

Untuk keluar, orang harus melewati lorong-lorong tempat pedagang menjajakan barang tak bermutu yang tak ada hubungannya dengan Borobudur. Sebaliknya, tak satu pun buku tentang Borobudur ditemukan. Eksploitasi ekonomi atas Borobudur bukannya tidak boleh, tetapi mbok jangan murahan.

Perawatan Borobudur memang perlu biaya besar. Tetapi, baru sebagian kecil keuntungan yang diperoleh digunakan untuk keperluan tersebut. Sebabnya adalah manajemen yang terbelah. Perawatan dilakukan salah satu direktorat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Sedangkan keuntungan dikelola sebuah BUMN, PT Taman Wisata Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, yang menguasai penjualan karcis masuk dan penyelenggaraan kegiatan komersial.

Konsep pelestarian Borobudur sudah waktunya diperluas. Makin banyak temuan yang menunjukkan lingkungan sekitarnya juga merupakan pusaka arkeologi dan ekologis yang tak terpisah dan menawarkan kekayaan tak kalah menariknya. Memelihara lingkungan ini dan mengajak penduduk setempat terlibat dalam pelestarian lingkungan dan ekonomi kepariwisataan justru akan meningkatkan jumlah kunjungan orang, serta meratakan beban dan keuntungan, yang merupakan syarat pelestarian berkelanjutan.

Para pembuat peta hijau Jakarta dan Yogyakarta, bersama penduduk setempat, sudah mulai proses membuat Peta Hijau Mandala Borobodur dan sekitarnya yang mencakup seluruh kawasan watershed Dataran Kedu yang dikelilingi Gunung Merapi-Merbabu di timur, Sumbing-Sindoro di barat, Telomoyo di utara, dan perbukitan Menoreh di selatan. Pada beberapa desa ditemukan spesialisasi produksi, misalnya desa pembuat tahu dan desa pembuat gerabah. Ada juga mata air panas dan mata air asin serta puluhan aliran air besar dan kecil, selain yang besar seperti Kulon Progo.

Sebaran candi-candi di wilayah Dataran Kedu, hingga ke puncak Menoreh dan lereng Merapi, sudah lama diduga memiliki hubungan makna dengan Borobudur. Maklum, Borobudur, suatu produk budaya yang mengumpulkan energi sangat besar, hanya dapat dihasilkan kalau ada surplus ekonomi dan dukungan logistik dari saujana alam yang menunjang. Makna kemudian diciptakan melalui, antara lain, analogi pengalaman pencerahan di puncak Borobudur yang tak dapat dilepaskan dari analogi samyag drishti (pandangan benar) atas saujana seluruh Dataran Kedu di sekelilingnya. Dengan kata lain, pusaka yang harus dilestarikan untuk mendapatkan pelajaran sejarah, spiritual, dan ekologi yang optimal tidak cukup hanya Borobudur, tetapi seluruh kawasan watershed itu sendiri. Di Jepang, yang dilestarikan bukan hanya Gunung Fuji per se, tapi juga beberapa koridor visual ke arahnya. Konsep pelestarian mutakhir ini disebut cultural landscape (saujana budaya), yang ingin menekankan kesatuan antara pusaka alam dan budaya.

Mengenali bahwa ada lebih banyak dan lebih dalam yang ditawarkan lingkungan Borobudur seharusnya menjadi haluan dalam mengarahkan konsep kepariwisataan yang sesuai dengan nilai-nilai dan pelestariannya. Hal itulah yang seharusnya menjadi ukuran bagi kegiatan yang pantas di sana. Sekadar konser musik pop, tak beda dengan yang adi TV, sama nilainya dengan souvenir yang dijual di sana, yang dapat dibeli di mana saja. Turisme, dikaitkan dengan pelestarian artifak maha agung, tidak semestinya jatuh menjadi sekadar meningkatkan jumlah pengunjung. Ada informasi dan pendidikan pengunjung yang harus dikelola. Perlu orkestrasi semua kegiatan sedemikian rupa sehingga menjadi khas, hanya dapat dialami di Borobudur, dan tidak murahan.

Untuk memungkinkan semua perubahan itu, suatu rencana menyeluruh yang sangat baik—dan tidak boleh setengah-setengah—harus dirumuskan. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata harus fokus: masterplan dan keputusan presiden yang mengatur manajemen harus dirombak habis-habisan, di bawah pengawasan suatu badan pengarah yang sungguh multipihak.


Posted at 01:13 am by greenmapper
Make a comment  

PARKIR BOROBUDUR yang DI Bolduzer.....!!!!

GOOOSIIIIp
Nah jadi ceritanya
daku baru habisr rapat di JHS
bareng bapak YUWONO
beliau dulu bekerja di PT. Taman Borobudur


cerita terbarunya,
'lapangan PARKIR di kawasan BOROBUDUR
lagi di Bolduzer....'

untuk diperluas sebagai areal parkir
tentu saja Pak Yuwono
yang dahulu kala turut menelurkan ide masterplan
bahkan sempat menanam pohon kelengkeng lanang
yang sekarang di tebang
sangat BErSEDIH

seenak perutnya
mereka memperluas dan memperlebar
lahan parkir dengan menebang pohon-pohon
yang memiliki makna tersebut

padahal saat dirancang bersama bantuan orang Jepang kala itu
luasan taman parkir sangat dibatasi sekali di zona I
mengingat konsep awal dari Taman Borobudur tersebut berupa
konsep taman introvet Contenplasi of Borobudur

seiring dengan ketamakan yang diatas namakan
meningkatkan PARIWISATA
konsep taman tersebut
telah bergeser jauh akan maknanya
hanya demi keuntungan pihak-pihak tertentu
Hiks Hiks Hiks
lagi dah
bagi yang mengerti dan memahaminya


so kita tunggu kabar terbarulainnya yah


Tabik,
Rully

Posted at 12:45 am by greenmapper
Make a comment  




May 9, 2005
Simulasi Pemetaan Peta Hijau Mandala Borobudur

oleh: Jurukunci


Keberangkatan

Hari Minggu kemarin, 8 Mei 2005, diadakan simulasi pencarian data di lapangan. Sesuai dengan kesepakatan dalam rapat tanggal 4 Mei 2005, tim pembuat peta hijau mandala Borobudur berkumpul di arsitektur UGM mulai pukul 7.00 WIB. Perut yang keroncongan karena belum sarapan rasanya nggak jadi halangan buat ngumpul sepagi itu. Namun karena satu dan lain hal keberangkatan tertunda dan molor sampai pukul 08.30. WIB. Beberapa teman yang memiliki mobil ternyata berhalangan hadir, sehingga mobil yang tersedia cuma dua, mobil Reina dan Gayuh. Alhasil hanya beberapa teman yang terangkut, sehingga beberapa teman lainnya yang nggak punya sepeda motor ataupun punya motor tapi motornya bukan untuk bepergian ke luar kota, atau punya motor tapi nggak punya SIM (he..he..he..siapa hayo...) akhirnya menggunakan bus untuk pergi ke Borobudur. Beberapa teman lainnya dengan heroik berboncengan motor sampai ke Borobudur.

 

Sampai di Lotus II

Jam menunjukkan pukul 09.30 WIB ketika rombongan sampai di penginapan Lotus II, jalan Balaputradewa 54, Borobudur. Rombongan disambut oleh Pak Jack yang langsung mempersilakan untuk masuk. Di sana sudah menunggu bapak-bapak dari Jaker dan empat orang asing. Menurut Pak Jack, ke empat orang asing itu (sori, lupa nih namanya...cuma inget satu orang, Pascal, sang fotografer) ingin membantu tim kita. Mereka adalah penganut Buddhisme, tetapi tidak beragama Buddha (nah lo, bingung kan????). Pukul 10.00 acara dimulai dengan perkenalan pemandu dan pembagian buku panduan ikon. Karena mbak koordinator belum datang (naik bis, jadi agak lama), akhirnya acara diisi dengan beberapa pengantar dari Pak Jack. Beliau juga memperkenalkan teman-teman pemandu dari Jaker dan koordinasi pembagian wilayah.

 

Briefing dan Pembagian Wilayah

Karena tampaknya teman-teman keliatan lemas karena belum sarapan, akhirnya jurukunci memutuskan untuk mulai membagi-bagikan sekadar kudapan yang dibawa dari Jogja, yang disambut dengan antusias tinggi oleh para peserta (he...he...he...maklum belum sempat sarapan...) sehingga dalam waktu singkat piring-piring dipenuhi dengan daun dan plastik pembungkus.

 

Setelah mbak koordinator datang, acara briefing yang sebenarnya dimulai. Ternyata plotting pembagian peta kemarin mengalami perubahan. Misalnya plotting peta kelompok 1, tidak jadi dipetakan karena tidak termasuk wilayah kecamatan Borobudur, padahal peta yang digunakan adalah peta Desa Borobudur. Kelompok 1 dan kelompok 2 akhirnya mendapat wilayah yang sama. Selain itu plottingnya diubah menjadi perdusun, untuk lebih memudahkan pemetaan. Untuk lebih detilnya, silakan lihat laporan masing-masing kelompok dalam weblog ini.

 

Setelah briefing selesai, simulasi pemetaan pun dimulai. Setiap kelompok mendapat seorang pemandu. Untuk kelompok Air, dipandu sendiri oleh Pak Jack. Sebagai sarana transportasi, Jaker telah menyediakan beberapa sepeda yang bisa dipakai. Jadi serasa berlibur di rumah paman deh pokoknya...Pemetaan dimulai pukul 10.45 WIB dan seluruh kelompok berkumpul lagi di Lotus II pukul 13.00 WIB untuk makan siang.

 

 

Simulasi Pemetaan

Simulasi pemetaan dengan turun langsung ke lapangan berjalan lancar. Masing-masing kelompok dengan dipandu teman-teman dari Jaker mulai menyebar ke wilayah masing-masing dengan membawa berbagai perlengkapan, mulai dari peta, kamera, buku catatan, sampai topi dan jaket pelindung dari sinar matahari (biar nggak gosong gitu lohhhh....). Transportasinya pun bermacam-macam, ada yang naik mobil, motor, sepeda, bahkan yang jalan kaki pun juga ada. Pokoknya semua bersemangat dan tampak antusias dalam kegiatan ini.

 

Makan Siang

Tepat pukul 13.00 WIB kelompok-kelompok dengan wajah lelah, berminyak dan keringatan kembali ke Lotus II. Untuk makan siang, Jaker telah menjamu para peserta dengan menu tradisional, nasi pecel dengan mie goreng dan telor. Berpiringkan daun pisang, para peserta terlihat lahap menghabiskan santap siangnya.

 

Diskusi

Setelah makan siang selesai, seluruh kelompok dikumpulkan dan diminta mengisi hasil temuan mereka hari itu dalam form-form yang telah disediakan. Setiap kelompok diberi waktu 30 menit untuk mengisi form-form tersebut. Setelah selesai pengisian form, acara dilanjutkan dengan presentasi temuan oleh masing-masing kelompok. Mengingat waktu yang mepet, presentasi dibatasi dengan pemaparan 3 objek yang paling menarik saja. Karena belum seluruh wilayah berhasil dipetakan, survey berikutnya akan dilanjutkan lagi di wilayah yang sama dan diputuskan untuk mengadakan survey lapangan lagi pada tanggal 22 Mei 2005. Setiap kelompok diminta untuk mengorganisir kelompok masing-masing dan langsung bertemu di Lotus II supaya nggak terjadi saling tunggu. Jadi, sampai ketemu lagi dua minggu mendatang...

 

 


Posted at 12:54 am by greenmapper
Make a comment  




May 8, 2005
kelompok 5

hari minggu 8 me '05, kmi br "jln-jln" pd satu obyek sj yakni, Zona II yg t'ltk di luar pgr Candi Borobudur (CB). kmi ditemani oleh bpk. Purnomo, seorg giude yg jg berjualan di sekitar CB. krn ad beliau jd bs msk ke lokasi gratis (!!!!). sdgkn utk tiketnya pengunjung hrs m'byr : 7000rp jk turis domestik, 6US$ utk turis asing pelajar (dg menunjukkan ID), dan 10US$ utk turis asing yg biasa. di bwh ini adlh hsl temuan kmi :

a)1. 5
   2. Mgg, 8 Mei '05
   3. Psr Tenda
   4. Areal Parkir (Zona II Luar)
   5. SDB (Artifisial)
   6. Psr ini t.a kmpln2 bangunan kios permanen (121 buah) dan kios tenda (200-an buah). Kios2 ini   menempati sebagian lhn parkir (bahkan ad yg br 2 bln di sana) dan sebagian lg lhn yg mmg dip'utkn bg pdgng. Komoditi yg dijual adlh brg2 kerajinan, cinderamata, pakaian, makanan, p'kap utk memotret, uleg2an, dll.
   7. ploting peta, foto, wwncr.

b)1. 5
   2. Mgg, 8 Mei '05
   3. Parking Space
   4. Areal Parkir (Zona II Luar)
   5. SDB (Artifisial)
   6. lhn prkr ini t'bg mjd lhn prkr A,B,C,D,dan E. lhn prkr ini mengelilingi seluruh pgr CB. dl setiap kendaraan yg akan prkr dipsh2kan menurut bsr kclnya kendaraan. mtr, mbl kcl (spt sedan), mini bus, dan bus bsr ditmptkan di lhn yg b'bd namun skrg lain. mslnya, di lhn prkr A yg dip'utkkn bg mtr dan mbl kcl t'nyt skrg bus bsr pun blh prkr di sana, bgt pl dilhn prkr yg lain.
   7. ploting peta, foto, wwncr.

c)1. 5
   2. Mgg, 8 Mei '05
   3. Zona II dlm
   4. Psr Ular
   5. SDB (Artifisial)
   6. sbnrnya psr ini sm dgn kmpln kios2 yg ad di lhn prkr nmn lbh bnyk (600-an pdgng) dan jk msk ke psr ini kita hrs menempuh jln yg b'kelok2 spt ular. brg yg dijual std sj yaitukerajinan, cinderamata, pakaian, makanan, p'kap utk memotret, uleg2an, dll.
   7. ploting peta, foto, wwncr

d)1. 5
   2. Mgg, 8 Mei '05
   3. zona II dlm
   4. musholla
   5. SDB (Artifisial)
   6. tmpt ibdh yg t'ltk di timur Museum Karma Wibhangga.
   7. ploting peta, foto, wwncr

e)1. 5
   2. Mgg, 8 Mei '05
   3. zona II dlm
   4. Museum Karma Wibhangga
   5. SDB (artifisial)
   6. museum ini menyimpan koleksi artefak2 yg b'asal dr CB maupun temuan2 lps. koleksinya antr lain : unfinished Buddha atau patung buddha yg blm selesai ditatah, puncak (kemuncak) dr stupa utama CB, koleksi foto2 CB,dll.
   7. ploting peta, foto, wwncr

f)1. 5
   2. Mgg, 8 Mei '05
   3. zona II dlm
   4. Museum Samudra Raksa (Museum Kapal)
   5. SDB (artifisial)
   6. sbnrnya br dlm thp pmbngnan, peletakan batu 1 dilakukan pd bln Maret '05. nantinya akan dipamerkan miniatur2 kapal.
   7. ploting peta, foto

g)1. 5
   2. Mgg, 8 Mei '05
   3. zona II dlm
   4. MURI (museum rekor Ind)
   5. SDB (artifisial)
   6. dlnya bangunan ini adlh hotel dan resto, lalu pd bln Nov '04 b'ubah mjd MURI. museum ini b'isi kliping2 dan foto2 dr rekor yg tlh msk MURI. ad pula koleksi audio visual ato rekaman gmbr pemecahan rekor. dibuka setiap hari dari j 7 smp j 16, tiket utk pelajar 2rb, umum 3rb, dan turis asing 5rb (kmrn kmi msk gratis krn penjaganya adlh tmn bpk. Purnomo). selain koleksi2 rekor, di dpn pintu msk dijual b'bagai mcm jns jamu produksi perusahaan Jamu Jago. ad org t'pndk seInd yg hny 65 cm, dia setiap hr ad di sana.
   7. ploting peta, foto

demikian lprn dr kel.5 yg t.a Dian (archie) sbg Ket kel, Iwan (teaPot), gusti (archeo), dan Leonie (sasda). 2 mgg lg hunting ke CB utk keliling dsn Kujon dan Gendingan.thnx yaaaaaaaaaaa ;))

Posted at 08:45 pm by greenmapper
Comment (1)  




May 2, 2005
Catatan Lieke dan Rohman dari Borobudur

Teman-teman,

Berikut ini beberapa catatan dari Lieke dan Rohman yang pada tanggal 1 Mei 2005 kemarin berkunjung ke Borobudur untuk persiapan survey lapangan desa Borobudur tanggal 8 Mei 2005 nanti. O ya, catatan ini tanpa sensor loh, jadi seindah warna aslinya, hehehe...

how to reach borobudur ...and the streets
-naik bus ke Borobudur dari yogya rp. 5000,-/org kecuali kalau tampangnya bule atau keliatan berduit bakal dipalakin jadi 6000, diskriminatif sekali! [jadi sementara aku protes2, Mas Rohman tersenyum penuh pemakluman!], ada yang langsung Yk-Bborobudur: Cemara Tunggal dan Ragil Kuning. bisa juga naik bis jurusan Magelang atau Semarang, terus ntar nyambung di terminal Muntilan. bis paling sore sekitar jam 5an, kecuali malam minggu bisa sampai 6.30 sore [dari borobudur, tapi mungkin sulit di jombornya ya...]
-di terminal, kita bakal langsung disambut sama tukang ojek, andong dan penjual makanan.
andong 5000 ke candi, kalau ojek 2000-3000 ke candi. kita nggak nyobain warung2 yang ada di terminal, jadi nggak bisa cerita hehehehe. tapi selintas lihat menunya, standart lah.
-kalau naik motor paling 45 menit. buat yang nggak punya SIM, bisa konsultasi rute dulu :)
-dari teminal, kami jalan kaki menuju penginapan lotus 2. pedestrian disekitar terminal lumayan lebar, tetapi beberapa toko memanfaatkan untuk memperlebar area jualan atau buat parkir motor. antara jarak toko, halaman toko dan pedestrian cukup lega untuk berjalan.masuk ke jalan balaputradewa, pedestriannya lebih nyaman lagi. kalau ada peruntukan mobil/akses kluar masuk penghuni, nggak "njeglog" banget kaya di jogja. pedestriannya bersih, kecuali di deket tempat pak jack, ada pengrajin kijing yang memenuhi pedestrian dengan instalasi kijingnya, wedew...
di pertigaan menuju manohara, ada rambu lalin yang diplesetin. coba besok kalo teman2 turun lapangan, cari ya... :) lucu deh.
-pulangnya, dengan semangat "mblasuk-mbasuk" kami lewat jalan kampung. jalan yang kami lewati cukup padat, kebanyakan sudah rumah permanen dengan jalan aspal atau konblok. banyak rumpun bambu dan pepohonan yang rindang disekitar perumahan dan lahan kosongnya. ada juga sepetak sawah di dekat masjid. ntar yang dapat kawasan ini, ayo perkaya lagi :)

meet pak jack
di tempat Pak Jack, kami cerita progress report dan rencana survey tanggal 8 Mei besok. untuk survey tanggal 22 Mei, pak jack menyarankan supaya kita mencari hari lain saja karena borobudur akan diramaikan oleh pengunjung wisatawan maupun umat buddha yang akan bersembahyang. mungkin tanggal 20-21 mei atau sesudahnya. tetapi ini bisa kita putuskan dan sikapi bagaimana pada pertemuan tanggal 8 mei besok.
teman2 jaker akan memandu tiap kelompok yang turun dan membuat kontak person dengan warga di tiap lokasi kelompok.
untuk survey, pak jack akan mengupayakan pinjaman sepeda sebanyak 15 buah untuk transport lokal/antar desa. juga akan diupayakan pinjaman perahu karet [kemaren kami juga kenalan sama salah satu pengurusnya, mas yuyun] tetapi perahu2 karet ini harus di cek dulu keadaan fisiknya. sungai sileng nggak bisa buat susur sungai karena kondisi alamnya. paling enak susur sungai sileng sambil jalan2. sungai elo bisa buat rafting, debitnya lagi normal/standart, jadi aman-aman aja. rabu[4/505] baru dapet konfirmasinya dari pak jack.
kita makan siang di sebuah warung persis di sebelah taman parkir borobudur, ayamnya ayam kampung [bisa dimasukin ikon greenmap nih hehehe]

Posted at 08:13 pm by greenmapper
Make a comment  




Apr 30, 2005
UNDANGAN RAPAT...SEMUA HARUS HADIR

Teman-teman...

Dimohon kehadiran teman-teman untuk pertemuan yang akan diadakan pada:

Hari/Tanggal:
Rabu, 4 Mei 2005

Waktu:
Jam 16.00 WIB s/d selesai

Tempat:
Ruang CHC Bawah, Gedung sayap selatan, 
lantai dasar Jurusan Arsitektur UGM, 
pojok dekat kamar mandi


Agenda:
1. Melengkapi nama kelompok
2. Mendaftar anggota yang membawa alat transportasi seperti mobil atau motor.
3. Persiapan-persiapan lainnya

PS:
Untuk yang berhalangan hadir, dimohon menitipkan nama ke temannya yang hadir untuk dimasukkan ke daftar kelompok.

Cari labu di lereng merbabu
Sampai ketemu hari Rabu...

Posted at 01:27 am by greenmapper
Make a comment  

Rapat 30 April 2005

Hari ini, Sabtu 30 April 2005, diadakan rapat persiapan pemetaan kawasan Borobudur untuk tanggal 8 Mei 2005. Rapat ini diadakan di ruang bawah CHC, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan UGM, Jl. Grafika 2, Lantai dasar, gedung sayap selatan.

Hadir dalam rapat ini Bapak Amiluhur Soeroso, Greenmapper Jogja seperti Rohman, Lieke, Anang dan Joyo, dari Senthir, Sinta, Sogok, Dea, Kadek, Spy, Indah, Dewi, Gayuh, dari Imayog seperti Ginanjar dan Feri, serta teman-teman jurusan arsitektur UGM lainnya seperti Rendra, Zaki, Artha, Dian dan Woly.

Dalam rapat ini diadakan pembagian kelompok berdasarkan wilayah peta. Untuk pemetaan tanggal 8 Mei 2005, digunakan peta desa Borobudur yang dibagi menjadi 9 wilayah. Peserta rapat harus memilih kertas tergulung yang berisikan nomor wilayah. Setiap kelompok diberi peta pembagian 9 wilayah tadi dan peta plotting kelompoknya masing-masing. Selain 9 kelompok tadi, juga dibentuk kelompok AIR, atau kelompok yang bertugas memetakan sungai dengan menelusuri sungai sambil berperahu karet. Peminat kelompok AIR ini banyak juga, terbukti dengan berpindahnya beberapa teman dari kelompok reguler ke kelompok AIR ini. Selain itu akan dibentuk juga kelompok VEGETASI yang akan memetakan vegetasi di sepanjang tempat yang dilewati. Kelompok yang terakhir ini rencananya akan dibentuk dengan mengajak teman-teman dari Biologi ataupun Kehutanan yang tentunya lebih kompeten dalam urusan mengidentifikasi vegetasi.  

Karena tidak semua anggota kelompok hadir dalam rapat ini, maka diputuskan untuk mengadakan rapat lanjutan pada tanggal 4 Mei 2005 dengan agenda sebagai berikut:
1. Melengkapi nama kelompok
2. Mendaftar anggota yang membawa alat transportasi seperti mobil atau motor.

Rapat berakhir tepat pukul 13.30 WIB.

Buat teman-teman yang mau lihat jalannya rapat ini, silakan klik:
http://asia.pg.photos.yahoo.com/ph/she_jogja/album?.dir=/a3b4

Posted at 01:17 am by greenmapper
Make a comment  




Apr 28, 2005
UNDANGAN RAPAT

Mengingat acara simulasi pemetaan kawasan Borobudur yang akan diadakan pada tanggal 8 Mei 2005 semakin dekat, maka diadakan:

Acara:    
Rapat Persiapan Simulasi Pemetaan Kawasan Borobudur 
   
Tanggal:
Sabtu, 30 April 2005

Waktu:  
Jam 11.00 wib - selesai
   
Tempat:
Ruang CHC Bawah, Gedung sayap selatan, 
lantai dasar Jurusan Arsitektur UGM, 
pojok dekat kamar mandi

Siapa saja yang merasa terlibat dalam pembuatan peta hijau Mandala Borobudur, silakan berpartisipasi dalam acara ini.


Posted at 01:30 am by greenmapper
Make a comment  




Previous Page Next Page

Selamat datang di blog PETA HIJAU MANDALA BOROBUDUR


   





<< November 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30

links
greenmap





Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed