Entry: tim air perdana May 11, 2005



dies veneris, 12 Mei 2005



sebenarnya betul seperti kata Buyung (sipil UGM '01)
            'hari ini gak dapat apa-apa.....'
Yoa! Siang itu kami cuma berjalan sejauh kurang lebih 30 m.
Lima belas meter ke sebelah barat laut dan 15 meter lagi ke sebelah tenggara jembatan sungai sileng, tempat kami memarkir motor.

Hari itu yang bisa eksplore cuma disiplin ilmu sipil dan geologi. Tidak ada sebuah konstruksi fisik tertentu yang bisa bicara tentang karakteristik sungai sileng itu sendiri yang bisa disumbangkan pada para analis-analis arsitektur. planologi bisa belajar sedikit. tentang kultur (intangible), ya jelas banyak.

Yang lebih banyak cerita pak Jack. thanks pak Jack, sabar ngasih informasi. Konsekuensinya, pentas pak Jack berdurasi paling panjang dalam kaset mini DV hasil rekaman kami. 
         'tukang ili-ili....'
ya, cerita tentang tukang ili-ili (pengatur air desa) cuma sebatas legenda, bukan hidup untuk  jaman sekarang. Sebagaimana sebuah kerajaan purba, tangan-tangan raja bekerja, seperti pengatur pajak dan upeti, juga  si pengatur air.
aku sedang berpikir, bagaimana caranya supaya 'tukang ili-ili' itu bisa hidup lagi . Apapun bentuknya  menurut masa kini, melayani kembali masyarakat yang selalu kebanjiran waktu hujan tapi kekeringan waktu kemarau. Kupikir, subjek ini vital fungsinya sebagai penjaga gawang bagi suatu komunitas dapat tetap sustainable.

Btw, kami menghabiskan 2 jam perjalanan untuk tetap fokus mendapat data debit air, kedalaman air, erosi dan sedimentasi sungai, jenis batuan sungai, dan vegetasi sungai.  Data-data teknis yang didapat di lapangan dikumpulkan untuk dapat memberikan petunjuk atau indikasi tentang apa yang telah terjadi, sementara ini  sungai sileng.

Untuk sementara waktu, kelompok kami belum mampu memberikan informasi plotiing peta seperti yang dilakukan oleh kelompok lain, oleh sebab data yang kami dapatkan masih berupa deskripsi dan belum diterjemahkan ke dalam sistem ikon-ikon yang telah ditentukan. Bentuk data lain yang kami berikan juga berupa sebuah dokumenter tentang sungai-sungai kawasan Borobudur. 
 
Data yang masih kami cari adalah tesis mengenai Danau Purba. Dikatakan bahwa Borobudur sengaja di buat di tengah-tengah danau (purba) dengan citra sebuah bunga lotus berwarna putih.     

Kami senang, karena anggota kelompok kami berasal dari banyak disiplin ilmu:
                  Fery (planologi'03)
                  Kadek (arsitektur'02)
                  Wiwik (arsitektur '01)
                  Indah SK (arsitektur '01)
                  Bowo (geologi....)
                  Vikri (geologi....)
                  Buyung (sipil '01)  


1.kelompokair
2. minggu, 8 mei 2005
3. sungaisileng
4. ?
5. sumber daya alam (SDA)
6. fisik:
      -  tinggi sungai kurang lebih 297m di atas permukaan laut, diukur dari 50 m dari sebelah barat jembatan Sungai Sileng.
      -  terdapat tanggul alam di sepanjang sungai.
      -  terjadi banyak sedimen sehingga mengurangi bentang alur sungai yang semula 10m menjadi 5 m.       
      - stadia/umur sungai Sileng dewasa, lembah berbentuk 'U' dengan erosi vertikal sebanding dengan erosi horisontal.        
      - tingkat pelapukan relatif besar/efektif sehingga lapisan tanah cukup tebal.
      - jenis batuan: breksi andesit dan batu pasir. Serta endapan fluvial (berukuran krakal - bongkah) pada DAS.
      - terdapat channel bar (batuan yang terakumulasi di tengah) sebagai indikator masih terjadi erosi vertikal, dan point bar (endapan berukuran krakal di tepi sungai). Keduanya merupakan hasil endapan sungai.
      - sungai berkelok-kelok menyebabkan aliran debit tidak seragam. di titik yang ditinjau debit air = 0.35 m3/dtk.
      - sungai tidak dapat digunakan sebagai irigasi karena elevasinya lebih rendah dari persawahan.  Sebagian  petani harus memompa air ke atas untuk mengairi sawahnya, ketika musim kering, karena sawahnya tadah hujan.
      - kualitas air : warna keruh, berbau, tidak dapat diminum.
      -  disfungsi sungai : dulu =sumber daya air bagi kehidupan
                                       sekarang = pembuangan limbah.
      - vegetasi :  bambu : legi, petung (dulu banyak)
                          pohon kelapa
                          kokosan
                          sono keling
      - arsitektur : sebuah mesjid, beberapa rumah, tempat mandi dan cuci.
 
non fisik :
       - perubahan fungsi sungai terjadi mengakibatkan perubahan orientasi ekonomi. Semula berorientasi agraris berubah menjadi komersil ( warga yang miskin mengasong ke kota)
        - legenda 'tukang ili-ili'.

7.plotting peta, film dokumenter.


syalom,
Indah SK.



   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments